Ijazah Jokowi Resmi Dianggap Otentik, Roy Suryo: Mengapa Tak Ditunjukkan yang Asli?

Avatar photo

- Penulis Berita

Friday, 23 May 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Foto: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Jakarta – Inewsnet.com – Pernyataan Bareskrim Polri yang menegaskan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata belum meredakan keraguan sebagian publik. Salah satunya datang dari pakar telematika Roy Suryo, yang menganggap proses pembuktian tersebut masih menyisakan pertanyaan besar.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (22/5/2025), Bareskrim Polri menyatakan bahwa hasil uji forensik terhadap ijazah Jokowi menunjukkan keotentikan dokumen tersebut. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa uji banding dilakukan terhadap ijazah Jokowi dan tiga dokumen milik rekan seangkatannya dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” jelas Djuhandhani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasilnya, menurut Djuhandhani, semua unsur dari ijazah tersebut—termasuk jenis kertas, gaya penulisan, hingga map penyimpanan—dinyatakan identik. Bahkan map yang digunakan untuk menyimpan ijazah Jokowi disebut telah mengalami keausan yang serupa dengan milik rekannya. “Map tersebut kondisinya sudah kumal, dan itu memperkuat bukti bahwa dokumen ini memang dikeluarkan pada waktu yang sama oleh institusi yang sama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Senator Yulianus Desak Polri Dampingi Rakyat dalam Konflik Agraria Jahab

Namun, Roy Suryo mengaku tidak puas dengan penjelasan tersebut. Menurutnya, penggunaan istilah “identik dan otentik” tanpa menunjukkan dokumen asli kepada publik justru memperbesar keraguan.

“Justru yang jadi masalah adalah, kenapa tidak ditunjukkan saja ijazah aslinya kepada publik? Itu bisa menjawab semua keraguan. Tanpa itu, hasil uji labfor ini terasa belum final dan cenderung membingungkan masyarakat,” kata Roy Suryo kepada Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Ia juga mempertanyakan metode dan transparansi dalam pengujian yang dilakukan. Bagi Roy, istilah “identik” bukanlah bukti yang kuat apabila tidak dilandasi keterbukaan dalam prosesnya.

Baca Juga :  Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

“Silakan simak berbagai pernyataan saya sebelumnya, bahwa hasil Puslabfor Mabes Polri ini hanya satu bagian dari proses pembuktian. Ia bukan kesimpulan akhir. Bahkan, metode identifikasinya pun tidak transparan,” lanjutnya.

Roy Suryo juga menilai bahwa pernyataan Mabes Polri bisa berdampak buruk terhadap kredibilitas institusi jika tidak diikuti oleh langkah pembuktian yang terbuka.

“Mostly, pendapat publik malah jadi meragukan hasil tersebut dan menjatuhkan citra Mabes Polri, apalagi jika ijazah aslinya tidak pernah diperlihatkan,” tambahnya.

Kontroversi seputar keaslian ijazah Jokowi sendiri telah mencuat sejak beberapa waktu terakhir, seiring munculnya laporan masyarakat yang mempertanyakan validitas dokumen akademik Presiden. Penegasan dari aparat penegak hukum seharusnya menjadi jawaban final, namun perdebatan tampaknya masih jauh dari selesai.


Penulis: Farhan
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB