ESDM Kaltim Desak Penutupan Lubang Tambang Usai Warga Tewas di Samarinda

Avatar photo

- Penulis Berita

Monday, 15 September 2025 - 00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto (Inewsnet.com/Farhan)

Foto: Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto (Inewsnet.com/Farhan)

Samarinda – Inewsnet.com: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur mendesak agar lubang bekas tambang di Samarinda Utara yang menewaskan seorang warga segera ditutup dan direklamasi demi mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.

“Sejak aktivitas berhenti, lubang wajib ditutup, bukan dibiarkan begitu saja,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, di Samarinda, Minggu (14/9).

Tragedi ini menimpa Mustofa (38) pada Jumat (12/9). Korban dilaporkan tenggelam saat mencoba mengambil perahu kendali jarak jauh miliknya yang terjebak di tengah genangan air bekas tambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bambang turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Berdasarkan data, lubang maut tersebut merupakan bekas galian tambang batu bara milik Koperasi Putra Mahakam Mandiri yang telah beroperasi sejak 2017.

Baca Juga :  Korupsi Kredit Rp 692 M: Iwan Lukminto Dijerat, Pesangon Buruh Tetap Aman

“Status area tersebut secara teknis sudah selesai ditambang,” jelasnya.

Ia menegaskan, status itu membawa konsekuensi berupa kewajiban perusahaan untuk melakukan reklamasi dan penutupan lubang. “Peristiwa meninggalnya Mustofa menjadi peringatan bagi semua pemegang izin usaha pertambangan,” ucapnya.

Bambang menekankan agar kewajiban pengelolaan lingkungan pasca-tambang tidak diabaikan. Meski begitu, ia mengakui bahwa pengawasan lubang bekas tambang atau void secara teknis berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Empat Terdakwa Korupsi BKS Jalani Sidang Perdana

Terkait lokasi kejadian, ia mengungkap adanya dilema. Sebagian masyarakat meminta agar genangan air bekas tambang tetap dipertahankan sebagai sumber air untuk lahan pertanian. Namun, menurut Bambang, hal tersebut berisiko.

“Kami khawatir air tersebut mengandung zat berbahaya atau logam berat sisa aktivitas pertambangan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan maupun tanaman,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat berhati-hati dan tidak menjadikan air void sebagai satu-satunya sumber pengairan. Hingga kini, belum ada penelitian resmi yang memastikan air tersebut aman digunakan.


Penulis: Farhan
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB