KLB Gerindra: Konsolidasi Kekuasaan atau Legitimasi Kepemimpinan?

Avatar photo

- Penulis Berita

Friday, 14 February 2025 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Foto: Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Jakarta – iNewsnet.com — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kembali mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. KLB ini diselenggarakan hanya sehari menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra, Sabtu (15/2/2025). Namun, muncul pertanyaan krusial: mengapa partai ini merasa perlu menggelar KLB justru ketika Prabowo telah dipastikan menjadi Presiden RI?

Langkah ini tak lepas dari dinamika politik internal dan kebutuhan Gerindra untuk memperkuat fondasi kepemimpinan partai dalam menghadapi lima tahun ke depan. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengadakan KLB tidak serta-merta muncul tanpa dasar.

“Urgensinya adalah bagaimana Pak Prabowo sebagai presiden, sebagai kader Partai Gerindra, sebagai ketua umum, dan sebagai ketua dewan pembina, memiliki mandat yang langsung nempel,” ujar Muzani saat memberi keterangan di Hambalang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KLB ini semula dijadwalkan hanya sebagai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Namun, berdasarkan desakan dan aspirasi dari pimpinan daerah, forum tersebut bertransformasi menjadi KLB. Forum ini dihadiri oleh perwakilan lengkap dari DPC, DPD, DPP, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, serta Dewan Pembina partai.

Baca Juga :  KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Rp 50 Juta per Minggu ke Eks Dirjen Kemnaker Haiyani Rumondang

Mengapa Harus Sekarang?

Prabowo yang kini berada di ambang pelantikan sebagai Presiden RI, menghadapi tantangan ganda—mengelola pemerintahan nasional sekaligus memimpin partai politik besar. Dalam konteks ini, mandat eksplisit dari partai dianggap penting untuk menjaga kesinambungan arah politik dan konsolidasi internal.

Menurut Muzani, dorongan untuk menggelar KLB sudah menguat sejak Rapimnas pada 24 Agustus 2024. Para pimpinan daerah sepakat agar masa jabatan pengurus diperjelas sebelum perayaan HUT partai. Meskipun masa jabatan Prabowo belum resmi berakhir, partai merasa perlu melakukan konsolidasi dini.

“Kami ingin memastikan bahwa Pak Prabowo melangkah ke Istana dengan mandat penuh dari seluruh struktur partai. Bukan hanya sebagai presiden, tapi juga sebagai simbol kekuatan politik Gerindra,” imbuh Muzani.

Mekanisme dan Legitimasi

Secara konstitusional, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gerindra memperbolehkan penyelenggaraan KLB jika diusulkan oleh dua pertiga dari pimpinan DPC dan DPD. Namun, pelaksanaannya tetap harus disetujui oleh Ketua Dewan Pembina, yakni Prabowo sendiri.

Baca Juga :  Musda Golkar Samarinda Utamakan Musyawarah Mufakat

“Semua forum pengambilan keputusan tidak akan sah tanpa persetujuan Ketua Dewan Pembina. Maka kami meminta persetujuan beliau berdasarkan aspirasi Rapimnas sebelumnya,” jelas Muzani lebih lanjut.

Begitu persetujuan diberikan, forum pun secara resmi dikukuhkan sebagai KLB ketujuh Partai Gerindra. Tanpa melalui proses pemilihan formal, forum secara aklamasi menetapkan kembali Prabowo Subianto sebagai ketua umum untuk lima tahun ke depan.

Konsolidasi Menuju 2025

Penetapan kembali Prabowo di tengah sorotan publik tentang potensi konflik kepentingan antara jabatan presiden dan ketua umum partai, dinilai oleh sebagian pengamat sebagai langkah strategis. Bagi Gerindra, ini bukan hanya penguatan kepemimpinan internal, melainkan juga penguatan legitimasi politik nasional.

Namun, pertanyaan kritis tetap menggantung: apakah ini langkah konsolidasi kekuasaan semata, atau bentuk kesiapan partai dalam menghadapi transisi Prabowo dari tokoh partai menjadi kepala negara?

Waktu akan menjawabnya. Namun yang jelas, melalui KLB ini, Gerindra telah menunjukkan bahwa partai ini tetap satu komando—dan komando itu masih berada di tangan Prabowo Subianto.


Penulis: Farhan
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB