Polri Perang Lawan Premanisme: Tak Ada Tempat untuk Teror Jalanan

Avatar photo

- Penulis Berita

Wednesday, 28 May 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berbicara dengan awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/5/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berbicara dengan awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/5/2025). (iNewsnet.com/Farhan)

Jakarta – iNewsnet.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa seluruh aktivitas masyarakat harus berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, tanpa gangguan dari pelaku kejahatan jalanan.

“Kami tentunya tidak ingin premanisme ini membuat aktivitas masyarakat jadi resah. Kami ingin kegiatan masyarakat berjalan dengan aman, baik siang maupun malam,” ujar Kapolri saat memberikan keterangan pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Komitmen Polri dalam memberantas premanisme bukan sekadar wacana. Sejak 1 Mei 2025, Polri telah menggelar operasi kepolisian kewilayahan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025. Seluruh jajaran polda dan polres diperintahkan melakukan penegakan hukum dengan dukungan langkah intelijen, preemtif, dan preventif.

“Yang paling utama adalah tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat. Apalagi jika sudah mengarah ke kriminal, maka Polri wajib hadir untuk menertibkan dan menegakkan hukum,” tambah Jenderal Listyo.

Selama periode 1 hingga 25 Mei 2025, Polri berhasil menangani sebanyak 10.353 kasus premanisme di berbagai wilayah. Jumlah ini menunjukkan skala persoalan yang serius, namun juga mencerminkan ketegasan Polri dalam mengayomi masyarakat.

Dalam penegakan hukum terhadap premanisme, Polri menegaskan bahwa tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun, termasuk mereka yang berlindung di balik simbol kelompok tertentu.

“Kami tidak melihat pelaku dari kelompok mana atau menggunakan simbol apa. Yang kami lihat adalah tindakannya. Jika terbukti melakukan aksi premanisme, akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Kapolri.

Langkah strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat yang selama ini merasa terganggu oleh aksi premanisme di terminal, pasar, tempat hiburan malam, hingga kawasan industri. Di tengah kekhawatiran akan meningkatnya kriminalitas, kehadiran negara melalui institusi kepolisian menjadi harapan yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  ETH Minta HGB PT KIE Dibatalkan, Laporkan ke Kementerian ATR/BPN

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa operasi pemberantasan premanisme akan terus berlanjut dengan pendekatan yang komprehensif.

“Operasi ini tidak hanya mengedepankan penindakan hukum, tetapi juga dilakukan secara preemtif dan preventif agar masyarakat merasa aman dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari,” ungkap Trunoyudo.

Dengan pendekatan menyeluruh dan komitmen kuat dari jajaran kepolisian, masyarakat kini mulai merasakan kehadiran negara dalam menjamin rasa aman di ruang publik. Penegakan hukum terhadap premanisme menjadi bukti nyata bahwa Indonesia bukan tempat yang nyaman bagi pelaku kejahatan jalanan.


Penulis: Farhan
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB