Bansos Presiden Disorot Lagi: KPK Periksa 5 Saksi Kunci Dugaan Suap

Avatar photo

- Penulis Berita

Wednesday, 28 May 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:  Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta (26/5/2025) (Inewsnet.com/Farhan )

Foto: Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta (26/5/2025) (Inewsnet.com/Farhan )

Jakarta – Inewsnet.com – Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) Presiden untuk wilayah Jabodetabek kembali menjadi perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus yang menyeret nama mantan Menteri Sosial, Juliari P. Batubara. Kali ini, lima orang saksi dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik, Selasa (27/5/2025), di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Kelima saksi tersebut berasal dari berbagai institusi strategis yang terlibat langsung dalam proses pengadaan dan distribusi bansos. Mereka adalah M. Gilang Sasi Kirono (Kepala Seksi Bantuan Hukum Divisi Hukum dan Kepatuhan Bulog), Dining (Kabag Keuangan Ditjen Linjamsos Kemensos), Robbin Saputra (PNS Kemensos), Yuli Andhika (Staf Direktorat Pengembangan Sistem Katalog LKPP), dan Yulianto Prihandoyo (Direktur Advokasi Pemerintah Pusat LKPP).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan kelima saksi ini merupakan bagian dari proses pengumpulan alat bukti yang mendalam untuk menelusuri aliran dana dan potensi kerugian negara dalam proyek bansos skala besar tersebut.

“Pemeriksaan ini untuk memperkuat konstruksi perkara, terutama terkait indikasi suap dan persekongkolan dalam pengadaan 6 juta paket bantuan Presiden di wilayah Jabodetabek pada tahun 2020,” ujar Budi dalam keterangan persnya.

KPK masih menahan detail materi pemeriksaan, namun sumber internal menyebutkan bahwa penyidik tengah fokus pada tiga aspek utama: potensi kerugian negara, pola distribusi bantuan sosial beras (BSB) dalam Program Keluarga Harapan (PKH), serta mekanisme pengadaan bansos Presiden yang bernilai triliunan rupiah.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari skandal besar bansos Covid-19 yang sempat menghebohkan publik pada akhir 2020 lalu. Saat itu, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena terbukti menerima suap dari rekanan penyedia bansos. Namun, menurut pengamat kebijakan publik, masih banyak sisi gelap dari proyek bansos yang belum sepenuhnya terbuka ke publik.

Baca Juga :  Dikejar di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Pengedar Sabu 2 Kilogram Asal Bontang Ditangkap Polisi dan BNN

“Skema distribusi bansos saat pandemi sangat rawan penyimpangan karena digarap dalam situasi darurat, dengan dana besar dan pengawasan minim. Ini jadi ladang basah untuk korupsi sistemik,” kata Dedy Mulyadi, analis kebijakan dari LIPI.

KPK diharapkan bisa menuntaskan penyidikan ini secara transparan dan akuntabel, agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga. Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengadaan bansos dan penguatan regulasi pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan pemerintah.

Pemeriksaan terhadap lima saksi ini kemungkinan akan membuka babak baru dalam pengungkapan jaringan korupsi yang lebih luas. Masyarakat pun menunggu komitmen KPK dalam membongkar skandal ini hingga ke akar-akarnya.


Penulis: Farhan
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB