Samarinda – Inewsnet.com: Aksi kejar-kejaran dramatis terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Rabu (15/10/2025) malam. Sekitar pukul 22.00 WITA, suasana tenang di kawasan Sungai Siring tiba-tiba pecah oleh suara sirene dan teriakan aparat kepolisian yang tengah menghentikan sebuah mobil mencurigakan. Mobil tersebut diketahui membawa sabu-sabu dalam jumlah besar dari Balikpapan menuju Bontang.
Operasi gabungan ini melibatkan Unit Patroli 110 Beat Regu 3 Satuan Samapta Polresta Samarinda bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur . Berdasarkan informasi intelijen BNN Kaltim, pergerakan kendaraan tersebut telah terpantau sejak melintasi jalur lintas provinsi. Tim gabungan kemudian membentuk penyekatan di beberapa titik strategi hingga akhirnya berhasil menghentikan mobil di kawasan Sungai Siring.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua bungkus besar berisi kristal transparan yang diduga sabu dengan berat total sekitar dua kilogram. Barang haram itu dibawa oleh seorang warga Bontang berinisial A (33) yang berperan sebagai kurir. Sopir dan penumpang mobil langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di kantor BNN Kaltim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Samapta Polresta Samarinda AKP Baharuddin menyatakan bahwa operasi malam itu merupakan bagian dari dukungan Polresta Samarinda terhadap program pemberantasan narkotika di wilayah Kalimantan Timur.
“Kami siap mendukung setiap langkah pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polresta Samarinda. Kolaborasi bersama BNN ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menjaga masyarakat dari bahaya penggunaan narkotika,” ujarnya.
Menurut informasi sementara, jalur Balikpapan–Samarinda–Bontang kerap digunakan sebagai jalur utama narkoba di Kalimantan Timur, dengan tujuan akhir masuk ke wilayah industri dan pelabuhan. Penangkapan kali ini disebut sebagai salah satu operasi besar dalam beberapa bulan terakhir yang berhasil menggagalkan pengiriman sabu lintas daerah.
Aparat kini masih melakukan pendalaman untuk menelusuri jaringan pengedar yang diduga terkait dengan tersangka A. BNN Kaltim memastikan bahwa penyelidikan akan dikembangkan hingga ke sumber utama peredaran barang haram tersebut.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku peredaran narkoba bahwa aparat penegak hukum terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi lintas daerah demi menjaga Kalimantan Timur dari ancaman narkotika.










