Kementan Dukung DPP Patria Bangun Industri Peternakan Babi

Avatar photo

- Penulis Berita

Sunday, 14 September 2025 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda (kelima kanan) bersama jajarannya menerima kunjungan DPP Patria di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (Inewsnet.com/Mila Apriliani)

Foto: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda (kelima kanan) bersama jajarannya menerima kunjungan DPP Patria di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (Inewsnet.com/Mila Apriliani)

Jakarta – Inewsnet.com: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan dukungannya kepada Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP Patria) dalam upaya mengembangkan industri peternakan babi di Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan hal itu setelah pertemuan dengan DPP Patria pada Jumat (12/9).

“Berbagai isu strategis mengenai pembangunan subsektor peternakan babi di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pembahasan menarik dalam pertemuan tersebut,” ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya mencari solusi melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait pembangunan subsektor ini.

“Kami memahami bahwa babi bukan sekadar komoditas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang penting bagi masyarakat di Indonesia Timur,” kata Agung.

Baca Juga :  Erau 2025: Opening Ceremony Tetap Spektakuler Meski Minim Anggaran

Menurutnya, langkah strategis diperlukan untuk memulihkan populasi, memperbaiki sistem budidaya, serta menjaga kesehatan hewan. Kementan juga menyiapkan program penguatan kesehatan hewan, peningkatan kualitas genetik, dan pengembangan fasilitas inseminasi buatan khusus babi.

Agung menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan peternakan nasional yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. “Hal lainnya yang dibahas adalah potensi ekspor produk babi Indonesia, khususnya ke Timor Leste, serta peluang pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan peternak,” imbuhnya.

Kementan menegaskan akan menindaklanjuti masukan dari DPP Patria dengan melakukan kajian lebih mendalam, serta mendorong forum lanjutan bersama pemerintah daerah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua DPP Patria, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan bahwa tujuan pertemuan dengan Ditjen PKH Kementan adalah bertukar pikiran terkait tantangan yang dihadapi peternakan babi nasional.

Baca Juga :  KPK Periksa Anggota DPR Mangihut Sinaga Terkait Kasus LPEI

Ia menyoroti serangan virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang sejak 2019 telah menurunkan populasi babi nasional hingga hampir 50 persen. “Penurunan populasi ini berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat di kawasan timur Indonesia, di mana babi memiliki peran penting, tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Selain ASF, Agustinus juga menekankan masalah keterbatasan akses vaksin dan rendahnya produktivitas peternak rakyat. Ia mendorong adanya program pemulihan populasi babi, peningkatan akses bibit unggul, penerapan biosekuriti, serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha peternakan babi rakyat.

Penulis: Mila Apriliani
Editor: Bagas Prasetyo

Berita Terkait

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik
Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan
Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur
Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA
Gubernur Rudy Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Kaltim, Tegaskan Tiga Kriteria Pembantu Pemerintahan
Kontroversi Penangkapan Jaringan FNJ di Kutai Barat: Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Mengemuka
Pernyataan “Tawas” Kasat Ridwan: Sinyal Upaya Meloloskan Jaya CS?

Berita Terkait

Wednesday, 24 December 2025 - 08:19 WIB

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 December 2025 - 08:14 WIB

Diduga Masih Ada Korban Pedofilia, Polresta Balikpapan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Tuesday, 23 December 2025 - 08:00 WIB

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 December 2025 - 07:52 WIB

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Monday, 22 December 2025 - 08:07 WIB

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Berita Terbaru

Breaking News

Bupati Kukar Lantik Pejabat Eselon III, Perkuat Implementasi Janji Politik

Wednesday, 24 Dec 2025 - 08:19 WIB

Daerah

OTT di Hutan Lindung Sungai Wain, Dua Tersangka Ditahan

Tuesday, 23 Dec 2025 - 08:00 WIB

Breaking News

Badan Bank Tanah dan Gubernur Kaltim Bersinergi Optimalkan Tanah Tidur

Tuesday, 23 Dec 2025 - 07:52 WIB

Breaking News

Kejati Kaltim Selamatkan Rp19,7 Miliar, Fokus Berantas Korupsi SDA

Monday, 22 Dec 2025 - 08:07 WIB